PEMBIAYAAN AKAD MUDHÂRABAH DALAM WACANA FIQH DAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA

Sanurdi Sanurdi

Abstract


Dalam skala global konsep ekonomi Islam, telah menjadi perhatian para ilmuwan, akademisi, dan juga praktisi ekonomi. Bukan hanya mereka yang berlatar belakang muslim, akan tetapi juga mereka yang dibesarkan dalam tradisi ekonomi konvensional, dan telah secara serius bergelut di bidang  tersebut. Kesadaran akan perlunya alternatif sistem ekonomi baru yang lebih berkeadilan, humanis untuk menggantikan sistem ekonomi sekarang yang sudah tidak terkendali, adalah pemicu ketertarikan para teoretisi dan praktisi ekonomi secara umum. Adapun di kalangan umat Islam, kondisi ini nampaknya menjadi angin segar yang memberikan motivasi dan kepercayaan diri untuk secara lebih serius menggali dan mengembangkan konsep ekonomi Islam dan menggagas implimentasinya dalam skala yang lebih besar dan massif. Di Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, geliat akademik dan juga gagasan implimentasi ekonomi syariah sudah dimulai dan selalu dalam evaluasi terus menerus secara kolektif untuk menuju sistem ekonomi Islam yang sesungguhnya. Diskursus yang dikembangkan dari kajian-kajian fiqh dan juga pengalaman empirik umat Islam Indonesia, coba dielaborasi dalam tulisan ini. Tujuannya adalah untuk melakukan evaluasi dan juga penyempurnaan pada beberapa hal yang dianggap masih kurang ideal. Fokus analisisnya adalah pada sistem mudharabah yang menjadi core praktis ekonomi Islam.

Keywords


iqh, mudharabah, perbankkan Islam

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 IQTISHADUNA

Lisensi Creative Commons
Iqtishaduna oleh Iqtishaduna disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. < br / > statistik pengunjung