PROSPEK PENGEMBANGAN EKONOMI ISLAM DI INDONESIA

Muslihun Muslim

Abstract


Dalam konteks Negara Pancasila, geliat dan keinginan kuat penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam, sangat realitas dan rasional. Ada idealisme masyarakat muslim Indonesia untuk menerapkan ajaran atau konsep Islam dalam kegiatan-kegiatan ekonomi mereka. Bagi kaum muslim Indonesia, ekonomi Pancasila adalah ekonomi Islam dalam konteks Indonesia. Ekonomi Pancasila adalah objektifikasi ekonomi Islam, walaupun harus diakui bahwa ekonomi Pancasila belum sesuai sepenuhnya dengan konsep ekonomi Islam. Menarik memperhatikan perkembangan sistem ekonomi di Indonesia ini. Setelah melalui masa trial and error dari masa Orde Lama yang lebih miring ke Sosialisme, dan Orde Baru yang lebih kapitalistik dari negeri asal konsep tersebut, sebenarnya pemikiran ekonomi Islam banyak dilakukan oleh para ekonom muslim Indonesia dalam kerangka pemikiran ekonomi Pancasila. Ekonomi Pancasila sebagai bungkus, sedangkan ekonomi Islam sebagai substansi di dalamnya. Dalam hal ini ekonomi Islam lebih bersifat normatif evaluatif dan belum mampu memberikan kontribusi yang optimal. Baru pada paruh terakhir masa Orde Baru, yakni sekitar era 90-an terjadi eskalasi dan transformasi fungsional pemikiran ekonomi Islam, dari sekedar normatif evaluatif menjadi praktis empiris, ditandai dengan berdirinya, BMI, Takafful, BPR, BMT, dan lain-lain.

Keywords


Ekonomi Islam, ekonomi pancasila, kontektualisasi

Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 IQTISHADUNA

Lisensi Creative Commons
Iqtishaduna oleh Iqtishaduna disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. < br / > statistik pengunjung