ISLAM VERSUS SOSIALISME DALAM MEMANDANG KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEGIATAN EKONOMI

Farhan Farhan

Abstract


Bagi sebagian ideolog, konsep sosialisme lebih dekat kepada Islam dibandingkan dengan konsep kapitalisme. Sosialisme yang secara teoretis-konseptual sangat menjaga kepentingan-kepentingan sosial di atas kepentingan personal dan individu, sepintas sejalan dengan pandangan Islam dalam melihat kehidupan sosial. Sosialisme menolak kebebasan individu tanpa batas dan menyerahkan pengaturan-pengaturan sosial kepada hukum pasar, sebagaimana dalam doktrin utama kapitalisme memang, tidak diterima dalam Islam. Namun ini bukan berarti Islam adalah sosialime atau sosialisme adalah Islam. Tulisan ini akan menganalisis secara lebih mendalam doktrin sosialisme dalam memandang kehidupan sosial dan membandingkannya dengan konsep Islam. Klaim dari tulisan ini adalah bahwa kehidupan sosial seperti yang diidealkan oleh Islam berbeda dengan kehidupan sebagaimana yang diidealkan oleh sosialisme. Perbedaan keduanya terutama terletak pada pendasaran ontologis yang berbeda; sosialisme melihat kehidupan sosial hanya untuk kepentingan duniawi dan menafikan spritualisme di dalamnya, sebaliknya Islam melihat kehidupan sosial sebagai perluasan dari spritualisme yang menjadi struktur dasarnya.

Keywords


sosialisme, Islam, kehidupan sosial, spritualitas.

Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 IQTISHADUNA

Lisensi Creative Commons
Iqtishaduna oleh Iqtishaduna disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. < br / > statistik pengunjung