REGULASI HUTANG PIUTANG DALAM TINJAUAN EKONOMI ISLAM [Telaah Terhadap Surat al-Baqarah Ayat 282]

Muzakkir Muzakkir

Abstract


Islam sangat menekankan regulasi sosial yang berdasarkan prinsip saling tolong menolong, keseimbangan dan kesetaraan. Dalam pemenuhan kebutuhannya, manusia dalam konsep Islam harus bekerjasama dengan sesama manusia karena organisasi sosial manusia digambarkan sebagai satu bangunan yang komponen-komponennya adalah individu-individu yang saling mendukung satu sama lain. Hal yang sangat dihindari dalam interaksi sosial, adalah lahirkan konflik yang bermotifkan materi, yang tidak jarang bisa menjadi bencana kemanusiaan. Salah satu pemicunya adalah konflik atau sengketa yang diakibatkan oleh hutang piutang. Al-Quran secara khusus memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini yang diindikasikan dengan detailnya ayat yang mengatur masalah hutang piutang ini. Tercatat ayat al-Quran yang paling panjang adalah ayat mengenai hutang piutang. Tulisan ini akan mengelabirasi lebih jauh substansi pesan moral dan juga regulasi hutang piutang sebagaimana dalam ayat al-Quran surat al-Baqarah ayat 282 ini. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tematik-kontektual, dengan data-data dari al-Quran dan juga juga data dari teks-teks normatif lainnya.

Keywords


regulasi sosial, hutang piutang, dan kontektualisasi

Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 IQTISHADUNA

Lisensi Creative Commons
Iqtishaduna oleh Iqtishaduna disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. < br / > statistik pengunjung