ANTARA KEBENARAN SUBSTANTIF DAN KEBENARAN PROSEDURAL DALAM PENYUSUNAN PERDA SYARIAT

Agus Purnomo

Abstract


Procedure rather than substance is often emphasized in the enactment of  law. As a result, the law may not necessarily meet the society’s hope of justice. Applying the sociology of law, this study examines the enactment of regional shari’a-based bylaws. This study shows that shari’a bylaws are not well composed. Their legislation does not mirror the justice. This study argues that imbalance in adopting procedural and substantial considerations in the law-making  process create problems. Merely emphasizing the procedure in legislation may result in strict and rigid law while stressing substantive arguments in legislation may cause absolute law, especially if legal drafters  (the legislative) are not qualified people to do so. A responsive law, including shari’a  bylaws, must be composed on the consideration of substance of law and justice and the impact that they may create for the society.

Keywords


formalization of sharia, material truth, formal truth

Full Text:

PDF

References


A. Buku/Jurnal

Al-Bukhari, Abd al-Aziz ibn Ahmad.Kashf al-Asrar ‘an Ushul Fakhr al-Islam al-Bazdawi, vol. 4. Beirut: Dar al-Kitab al-’Arabi, 1997.

Al-Ghazali, Abu Hamid. al-Mustashfa min ‘Ilm al-Ushul, vol. 2. Baghdad: Maktabah al-Muthanna, tt.

Al-Jabiri,MuhammadAbid.Agama,NegaradanPenerapanSyariah,terj.Mujiburrahman.

Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2001.

Awwas, Irfan Suryahardi,Kongres Mujahidin I dan Penegakan Syariah IslamYoyakarta: Wihdah Press, 2001.

Fadhl,Khaled M. Abou El.Atas Nama Tuhan: Dari Fiqh Otoriter ke Fiqh Otoritatif, terj.

R. Cecep Lukman Yasin. Jakarta: Serambi, 2004.

Gaus AF, Ahmad.Kebebasan Beragama dan Hak-Hak Minoritas di Indonesia. Jakarta: Makalah tidak Diterbitkan, 2008.

Hamdi,Ahmad Zainul. “Syariat Islam dan Pragmatisme Politik: Studi Kasus Penerapan Syariat Islam di Pamekasan Madura” dalam Agama dan Kontestasi Ruang Publik: Islamisme, Konflik dan Demokrasi, ed. Badrus Samsul Fafa. Jakarta: The Wahid Institute, 2011.

Kamil, Sukron.Perda Syari’ah Di Indonesia: Dampaknya Terhadap Kebebasan Sipil Dan

Minoritas Non Muslim. Yogyakarta: PUSHAM UII, 2008.

KPPSI Sulawesi Selatan, Kongres II Umat Islam Sulawesi Selatan: Hasil-Hasil Keputusan.

Makasar: KPPSI, 2001.

Moh. Mahfud MD, Politik Hukum di Indonesia, cet. 5. Jakarta: Rajawali Pers, 2012. Mun’im,Abdul.Hukum Manusia Sebagai Hukum Tuhan: Berpikir Induktif Menemukan

Hakekat Hukum Model al-Qawaid al-Fiqhiyah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

Musdah Mulia, “Peminggiran Perempuan dalam Perda Syariat,” Taswirul Afkar, 20 (2006), 22.

Nashir, Haedar.Gerakan Islam Syariah: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia

Bandung: Mizan, 2013.

Purnomo, Agus.Konstruksi Formalisasi Syariat Islam Elite Politik: Kajian Tentang Peraturan Daerah Syariat Kabupaten Pamekasan. Disertasi: IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2013.

Raharjo,Satjipto.Hukum Progressif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia.(Yogyakarta: Genta Publishing, 2009.

Rumadi dkk, “Regulasi Bernuansa Agama dan Arah Demokrasi: Survey Singkat dari Beberapa Daerah”, dalam Agama dan Kontestasi Ruang Publik: Islamisme, Konflik dan Demokrasi, ed. Badrus Samsul Fafa. Jakarta: The Wahid Institute, 2011.

Tanya,Bernard L.dkk. Teori Hukum: Strategi Tertib Manusia Lintas Ruang dan Generasi.

Yogyakarta: Genta Publishing, 2010.

UU Otonomi Daerah Nomor 32 Tahun 2004. B. Internet

“Menteri Agama Usulkan MUI Buat Fatwa Larangan Haji Berkali-kali“, http:// nasional.kompas.com/read/2014/09/17/19135251/Menteri.Agama.Usulkan. MUI.Buat.Fatwa. Larangan.Haji.Berkali-kali, (24 september 2014).

“Vonis tak Patut Ratu Atut”, http://video.metrotvnews.com/play/2014/09/ 03/

/vonis-tak-patut-ratu-atut, (23 September 2014).

Dari 4,5 Tahun, MA Perberat Vonis Angie Jadi 12 Tahun”, nasional.kompas.com/

read/2013/11/21/ 0742539/Dari 4.5 Tahun MA Perberat Vonis Angi Jadi 12

Tahun (27 September 2014).

Hasryperdana, “Mengupas Sejenak Keadilan Substantif Dalam Law Enforcement Oleh Hakim”, http://hasryperdana.wordpress.com/2013/02/20/mengupas- sejenak-keadilan-substantif-dalam-law-enforcement- oleh-hakim/(24 Sept

.

Imaduddien, “Mencuri Pisang Senilai Rp 2000, Ditahan”, http://imaduddien- matahati.blogspot.com/ 2011/12/mencuri-pisang-senilai-rp-2000-ditahan. html, (18 Mei 2013).

Tatang Astarudin, “Perda Syariat; Aspirasi Masyarakat Daerah?”, dalam http://www. docstoc. com/docs/48896624/HUBUNGAN-NEGARA-DAN-MASYARAKAT (12 September 2011), 33.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.