BOARDING SCHOOL: MODEL PENDIDIKAN TRANSFORMATIF

Kaimuddin kaimuddin

Abstract


Seiring dengan semakin besarnya perhatian serta ikhtiar pemerintah untuk menggenjot peningkatan kualitas (mutu) pendidikan berbasis karakter, muncul fenomena penyelenggaraan pendidikan berpola boarding school. Jika ditelisik sejarah pendidikan Indonesia, dalam kaitannya dengan fenomena tumbuh kembangnya pola penyelenggaraan pendidikan boarding school,ditemukan bahwa secara substantif pola boarding schoolbukan merupakan pola pendidikan baru
yang tidak memiliki riwayat pola pendidikan ke-Indonesiaan. Pola pendidikan boarding schoolmemiliki kemiripan dengan pola pendidikan pesantren. Selain itu, jika ditelusuri pemikiran-pemikiran tokoh pendidikan seperti Ki Hajar Dewantara yang mendirikan Pendidikan Taman Siswa (1922), Muhammad Syafe’i yang mendirikan Ruang Pendidikan Indonesische Nederlandsche School (RP INS)kayutanam (1925), dan K.H. Ahmad Dahlan yang mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah(1911), didapati setidaknya tiga tokoh ini secara kontekstual telah meletakkan ide-ide dasar bahkan menginspirasi tumbuh kembangnya pola pendidikan boarding school di tanah air.
Dari gagasan beberapa tokoh tersebut, boarding schooldisimpulkan sebagai pendidikan transformatif dengan beberapa alasan; (1) boarding schoolmemprioritaskan proses integrasi capaian pembelajaran antara kongnitif, afektif, dan psikomotorik; (2) boarding schoolmengupayakan penyatuan lingkungan pendidikan, yaitu; lingkungan pendidikan
formal, norformal, dan informal; (3) boarding schoolmemadukan pola dan muatan kurikulum, antara sekolah dan pondok pesantren.

Keywords


boarding school, pendidikan transformatif

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.