PERBEDAAN TEKNIK CAROUSEL DENGAN TEKNIK EACH ONE TEACH ONE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Adri Nofrianto, Elfa Rafulta

Abstract


Abstrak

Hasil belajar matematika siswa masih rendah disebabkan oleh kurangnya antusias, aktivitas dan interaksi siswa dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan teori dan penelitian tentang model pembelajaran teknik carousel dan teknik each one teach one, diketahui kedua model pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena memotivasi siswa untuk mengeluarkan idenya secara mandiri sehingga siswa menjadi kreatif untuk memecahkan masalah yang diberikan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian randomized post test only comparison group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMAN 5 Pariaman tahun 2015/2016. Pengambilan sampel dari populasi menggunakan teknik random sampling yaitu kelas X3 sebagai kelas eksperimen I dan X4 sebagai kelas ekperimen II.  Hasil belajar yang diteliti dalam penelitian ini berupa hasil belajar pada ranah kognitif dengan materi logika matematika. Dari hasil tes belajar dilakukan uji hipotesis terhadap kedua kelas eksperimen. Uji hipotesis menggunakan uji-t yaitu uji-t anava satu arah dengan bantuan software SPSS diperoleh , karena , dimana  sehingga  ditolak dan  diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang berarti  antara hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran teknik carousel dan teknik  each one teach one pada siswa kelas X SMAN  5 Pariaman.

 

The Students’ mathematics learning outcomes of is still under the expected score. This condition is caused by the lack of students’ enthusiasm, students’ involvement in a learning process. Research in applying Carousel Technique and Each One Teach One Technique have resulted in a positive effect on students learning outcomes. These models motivate students to express their ideas, works independently and develop their creativity in solving the given problem. This research aims to compare the effectiveness of both techniques. The randomized post-test only comparison group design is used in the research. The population is all of the students of grade 10th of SMAN 5 Pariaman in year 2015/2016. Two classes are chosen as samples. The annava t-test and SPSS software are used to test the hypothesis. Based on the data,  is obtained. Since it means that is rejected. It can be concluded there is significant differences between students’ learning outcome that is taught with applying Carousel Technique and students’ learning outcome Each One Teach One Technique.


Keywords


teknik carousel; teknik each one teach one; Hasil Belajar; Carousel Technique; Each One Teach One Technique; students’ learning outcome;

Full Text:

PDF

References


Cornell, Joseph. 1989. Theory and Practice of Experiential environmental education. Down Publications.

Erman, Suherman, dkk. 2003. Common texk Book strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA Universitas Pendidikan Indonesia.

Muliyardi. 2002. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Padang: MIPA UNP

Northern Ireland Curriculum. 2011. Active Learning and Teaching Methods For Key Stage 1&2.Irlandia: Kurikulum Irlandia

Sani, Ridwan Abdullah. 2013. Inovasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Warsono dan Hariyanto. 2012. Pembelajaran Aktif. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.